Minggu, 10 April 2016

Anyone knows what kind of crab is this?



In my trip to Bangka, my friend happened to bring me to this beach they call Pasir Padi. Well the name is in Bahasa means the rice sands as it was felt like stepping on a spread of rice. Once I arrived I was a bit confused why the sands were like not ordinary sands. They were sands, but they seemed to be pressed and formed into tiny beads of rice and they were spread all along the beach.

I was curious. What kind of natural phenomena has made this. Then I noticed there were also tiny holes. I guessed there was something living in it, so I focussed my eyes and there, these crabs were the inhabitants. You can see the video that they were actually the culprit of these rice-bead sands. They were spread all along the beach, and diligently made this tiny sand balls and left it like that.

Unfortunately my time and gear were not sufficient to kow why they were doing this. Probably for food. What comes in my mind is, Pasir Padi may not the only beach with sands like this. Or these crabs only lives here? Well, to know that, I need to do more travelling then. ;)

Sabtu, 09 April 2016

Uang Datang Dari Langit

Memang benar, menyenangkan sekali bisa berkeliling dunia yang sangat besar ini. Bahkan di tempat berbeda di negara yang sama kita bisa menikmati hal yang ga bisa kita temui di kehidupan sehari hari di tempat tinggal kita. Travelling does additive..

I happen to be in this town. Di kota yang terkenal karena kandungan timahnya. Daerah ini menurutku benar2 dimanja oleh kekayaan alamnya. Dahulu, anak2 bahkan tidak sekolah, karena dengan menambang mereka sudah bisa memiliki uang sendiri. Walau situasi berubah sekarang, tp sepertinya peruntungan tempat ini belum berubah. Bangunan yang tinggi tanpa disadari menjadi hunian penghasil produk alami termahal. Sarang burung wallet. Dahulu timah, sekarang wallet. Kurang dimanja apa? Tidak perlu repot (walau perlu modal agar maksimal) untuk berbudidaya benda ini, karena alam yg memproduksinya. Yang perlu dilakukan hanya menyediakan tpt. Tapi ya resiko ttp ada karena siapapun bisa jadi jahat karena benda ini. The point is, Bangka citizens are so lucky.

Photo caption: bangunan2 tinggi yang tidak di cat tersebut adalah tempat burung wallet membangun sarangnya.

Sabtu, 26 September 2015

I Dream of Me

I dream of me
Waiting for you in my graduation ceremony
Seeing you sitting next to my parents
Smiling when I see you waving at me when I receive the diploma
Looking at your proud eyes from the distance
Discussing where we should dine to celebrate
Cursing the traffic jam when we're leaving that place
Having you to remind me not to ruin the special day

I dream of me
Browsing the mall for a perfect ring
The one that will last forever like the joy we will always have
Thinking of how I'm going to say it
Planning on a fine cozy dinner where I am going to ask your forever
Hiding my purpose with excuses
Making you upset and angry
Ends my explanation with a proposal

I dream of me
Arguing about who are invited
Choosing a perfect gown
Arranging our getaway after the ceremony
Undergoing an ethnic ritual, a step before our union

I dream of me
With you, on the bed with our pillow talk
Talking dirty and discussing of our wild fantasy
Planning dirty plans of where to make love
Suggesting where should we eat and relax before we head back to bed again



Kamis, 05 Juni 2014

Stop Merokok / Stop Junk Food?

Gue selalu tersenyum sinis mendengar mereka yang terlalu membenci perokok, seolah merokok itu dosa. Kenapa? Karena menurut gue mereka terlalu terbuai oleh kampanye anti-rokok yang "looks cool" dan tidak mampu melihat secara luas.

Gue nggak pernah merasa keren dengan merokok, tapi kok lu merasa keren dengan nggak merokok? Kalau lu segitu bencinya dengan rokok, stop consuming junkfood then. Cekal itu produsen burger dan kentang goreng. Coba buka mata kalian sedikit lebih luas. Coba ramban internet dan lihat perbandingan antara rokok dan junkfood. Dua-duanya punya bahaya yang sama. Bedanya cuma, junkfood mengandung sedikit porsi vitamin. Tapi, kalau fakta picik ini dipake untuk menyimpulkan junkfood lebih baik dari rokok, ya kalian sama bodohnya dengan mereka yang kalian cap bodoh karena merokok.

Beberapa membenarkan junkfood dengan statement, "Ya jangan sampe tiap hari. Sekali-sekali nggak apa-apa lah." Kalau mendengar ini, makin ketawalah gue. Emang rokok ga bisa sekali-sekali?

Setelah itu ditimpal lagi, "Kan rokok aditif (bikin candu)!" Makin sulitlah membagi nafas untuk ketawa dan bernafas. Coba cicip lagi deh burger dan kentang goreng. Nggak nagih lagi? "Kan berhenti pas kenyang." Ya sama dengan makan, ngerokok juga ada begah-nya kali.

Gue bukan anti non-smoker. Gue tidak merokok di tempat-tempat yang tidak semestinya. Gue tahu aturannya. Gue hormati mereka dan pilihan mereka, tapi jangan lebay lah. Hormatin juga pilihan gue dan kawan-kawan perokok (yang tahu diri tentunya).

Rokok dan junkfood sama-sama berbahaya. Semuanya ada yin dan yang-nya. Kalau gue kehilangan beberapa menit dari hidup gue untuk merokok, gue anggap gue menghibahkan nafas gue itu ke puluhan ribu buruh rokok, supaya nafas setiap mereka bisa lebih panjang beberapa detik. Itu adalah pilihan. Sama hal-nya dengan kalian memilih untuk tidak merokok.

Dalam hal ini, segala usaha untuk 100 persen menghilangkan kebiasaan merokok adalah konyol, karena menurut gue, apapun itu, sesederhana apapun hal itu, seaman apapun itu yang kita konsumsi, ujung-ujungnya yang harus dikampanyekan adalah "KENDALIKAN DIRIMU".

Kamis, 27 Juni 2013

Maaf

Maafkan anakmu, ya, orang tuaku,
karena aku belum mampu sepenuhnya menjadi apa yang kalian doakan ketika kalian dengar tangis pertamaku.

Maafkan abangmu, adikku,
karena aku belum mampu menjadi seorang kakak tempatmu bersandar dan berlindung.

Maafkan adikmu, kakakku,
karena aku belum mampu menjadi adik yang patut dibanggakan.

Maafkan aku, teman-temanku,
karena aku tidak akan selamanya bisa selalu ada untuk kalian.

Maafkan aku, anak-anak kecil di pinggir jalan,
karena aku belum bisa menemukan cara agar kalian tidak perlu mencari uang dan terus sekolah.

Maafkan aku, negaraku,
karena aku belum mampu menjadi pelopor perubahan demi Negara yang lebih baik.

Maafkan hambamu, Tuhanku,
karena aku belum bisa menjadi cermin kebesaranMu di dunia yang sekejap ini dan hanya terus bisa merengek akan pertolonganMu, tanpa ada pertumbuhan iman yang berarti.

Maafkan aku, kalian yang menaruh harapan padaku,
karena kalian mungkin akan dihadapkan pada kekecewaan.

Ketika semua kegagalan berkumpul jadi satu
Ketika terlalu banyak impi tidak terwujud
Hanya satu kata yang bisa terlintas
Maaf

Sabtu, 26 Januari 2013

Some Things Are Just Irreplaceable

Yes it is.
Yes I'm talking about love.

It is time I understand how those people who choose to stay alone after their loved one was taken away by a will which is beyond their power.

I bet those people have tried to replace the love they had from their late partner.

I bet they have tried to be realistic, to redirect their love to those who can stay by their side.

I bet they have tried to compensate with their job, hobbies, with their other loved ones, with a new partner who is similar to whom they loved, or even booze and boobs.

But the truth is
The love they have is not the love they had
The love they give is never the same
Some part of them are still lonely
Some part of them are left hollow
The laugh they have comes with a wish
Some even don't know how to cry anymore
The juice is never enough to get them drunk
Orgasm merely brings back sweet memories

I know this is a stage
A test to pass in the school of life
Some may encounter
Some fortunately don't
Some may overcome
Some may keep trying

Senin, 09 April 2012

Babbilish Wimpy Me

There's nothing to say
Yet there's so much kept inside
There's something to wish
Yet there's none have been reached

There's anger inside
Yet none is to blame
There's hardship to face
Yet no strength to believe

I'm a weakling, yet I feel strong
I felt strong, yet I fall down
Today's cry wont last
To stand up now wont be fast

Jumat, 22 Juli 2011

Monolog Aneh

Aku sudah memutuskan, aku akan mencintai dia karena dia aneh.
Aneh gimana?
Ya, aneh, karena dia nggak seperti mereka yang aneh-aneh
Yang aneh-aneh itu siapa?
Mereka yang selain aku dan dia.
Kenapa mereka aneh-aneh?
Karena mereka suka yang aneh-aneh
Terus yang aneh-aneh itu tidak aneh?
Aneh, sih.
Jadi sebenarnya siapa yang aneh?
Aku dan dia.
Mereka tidak aneh?
Aneh.
Kenapa tidak mencintai mereka?
Karena mereka bukan dia.

Senin, 27 Juni 2011

The Music of The Universe

  Seperti kita tahu, atau menikmati namun tidak menyadari, musik adalah suatu temuan manusia yang "ajaib". Musik membuatku memahami bahwa manusia adalah bagian dari dua dunia, dunia jiwa dan dunia fisik, di mana manusia adalah segumpal jiwa yang berkeliaran di tengah jiwa semesta, dan sebagai automaton yang nyata di dunia fisik.

  Musik adalah jembatan keduanya. Bagaimana anda menjelaskan betapa bernyanyi atau bermain alat musik bisa melepaskan kalut di dalam jiwa kita? Bagaimana kita bisa menjelaskan betapa mendengarkan musik bisa merubah mood seseorang secara drastis? Bagaimana kombinasi beberapa nada dan irama tersebut bisa menjadi jalan manusia "melepaskan" apa yang ada di jiwanya, mengkomunikasikan dirinya dengan jiwa dunia melalui media lantunan frekuensi, amplitudo, dan segala elemen suara, menggetarkan gendang telinga dan memberikan kesan tersendiri.

  Belakangan ini aku juga menemukan sebuah video yang mendemonstrasikan bahwa tanaman pun mampu bermusik. Mistik? Tidak juga. Tanaman tersebut disambungkan dengan sebuah alat yang mengkonversi atau meng-amplify sinyal-sinyal (entah sinyal apa itu) menjadi kombinasi nada-nada yang mampu ditangkap telinga manusia. Terlepas dari kemungkinan bahwa itu hanya modifikasi dari aliran getah atau aktivitas tubuh tanaman yang menghasilkan bunyi super kecil, demonstrasi ini melahirkan ide bahwa musik adalah alat komunikasi segala bentuk jiwa di semesta ini.

Some are starting to believe that music can actually heal, or at least grants one serenity in entering the other side

  Mungkin itu hanya detak jantung, deru darah dalam pembuluh kita, derap setiap langkah kita, tapi tanpa sadar tubuh kita pun memancarkan iramanya sendiri dan menghasilkan suatu harmoni unik bagi setiap orang. Lalu harmoni unik ini saling bertautan dengan harmoni-harmoni unik lainnya di dunia ini, baik manusia, hewan, atau tumbuhan, membentuk suatu mega orkestra, orkestra dari semesta. Dan dengan riset yang mendalam, bukan tidak mungkin kita menemukan keterkaitan harmoni tersebut dalam hubungan interpersonal. Bukan tidak mungkin juga kita menemukan bahwa menghibur diri dengan musik adalah sebuah proses tuning bagi mereka yang sedang kacau keharmonian jiwanya.

  The only conclusion we have now is that music is something magical, and I don't mind saying it as a heavenly bless. Maybe it is something which was granted to help us to understand the universe, and to think as one, as the creation of the Almighty.

Rabu, 06 April 2011

Menulis Cinta - Dian HP & Ubiet

Saya dapat lagu ini dari teman saya yang sedang galau beratttt. Dia baru saja dibombardir oleh teman-teman yang lain dengan segala jenis "hadiah" yang membuatnya makin galau, biar nangis sekalian (pertemanan macam apa ini??). Lagunya bagus, dan benar-benar.... mewek, 100% cinta-cintaaan. Jadi buat yang suka dengan lagu ini dan pengen sing along, tapi kepentok dengan beberapa lirik yang kurang jelas, silahkan. Kalau ada teman-teman lain yang kupingnya lebih tajam dan ingin merevisi bisa gunakan fasilitas komen.

Menulis Cinta
Karya: Dian HP dan Ubiet

You ask me to write down the word love
I didn't know the first letter nor the rest
I took the entire alphabet upside down
But graves merely fraud words

Don't ask me to write down love anymore
These letters of mine isn't enough
Do not even suffice for your name

Because love is you
Whom I can not sight
Except in my heart beat

Kau minta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Ku bolak-balik seluruh abjad
Kata-kata cacat yang kudapat

Janganlah lagi minta aku menulis cinta
Huruf-huruf ku tak tahu
Bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau
Yang tak mampu kusebut
Kecuali dengan denyut

Janganlah lagi minta aku menulis cinta
Huruf-huruf ku tak tahu
Bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau
Yang tak mampu kusebut
Kecuali dengan denyut

Selamat Sing Along!! Resiko ditanggung sendiri... :p

Minggu, 03 April 2011

Uang Juga Bisa Membuktikan Cinta

 Kata orang, uang tidak bisa mengukur cinta. Tapi menurut saya belum tentu. Memang uang nggak bisa membeli perasaan orang lain, tapi tetap bisa membuktikan cinta.

Katakanlah ada orang pertama bernama A dan ada orang kedua bernama B. Mereka berdua bersaing untuk merebut cinta seorang pria/wanita bernama C. Suatu hari A datang dengan sebuah perhiasan/pakaian mahal yang menurutnya bisa membuat semua wanita terlihat cantik. Beberapa saat kemudian, datang B dengan membawa sekotak makanan kesukaan anda yang dia buat sendiri. Mana yang menurut anda paling “All Out” dalam menunjukkan cintanya pada C?

Menurut saya, B adalah yang bijak dan romantis. Dia tahu persis bahwa makanan yang dibuat dengan cinta akan terasa enak. Tetapi B belum tentu yang paling “All Out” dalam menunjukkan cintanya. Kenapa? Bila ditambahkan informasi bahwa B adalah seorang koki handal, dan makanan yang dia buat tidak pernah tidak enak, sedangkan A adalah seorang pegawai rendahan yang gajinya tidak mungkin lebih dari sepersepuluh harga pakaian/perhiasan yang dia beli. Mana sekarang yang menurut anda paling “All Out” dalam menunjukkan cintanya?

Saya beri contoh kedua. Katakanlah C adalah seseorang yang sangat membenci serangga dan sangat suka seni rupa. A adalah seorang pecinta serangga, dan punya ribuan koleksi serangga di rumahnya. B adalah seorang pematung kayu yang biasa menerima pesanan pahatan potret diri. Pada ulang tahun C, A datang membawa satu koleksi kupu-kupu langka terindah yang pernah ia temukan. B datang membawa patung potret diri C yang dia pahat sendiri. Mana yang menurut anda paling “All Out” dalam menunjukkan cintanya?
Sama seperti sebelumnya, B mungkin lebih klop dan mengerti betul bagaimana membuat C senang. Tapi apa dia yang paling “All Out” dalam menunjukkan cintanya? Menurut saya belum tentu.

Ya, sebenarnya tidak masalah juga bila seseorang bilang kalau B yang lebih mengerti C, maka itu dia layak mendapat cintanya, tapi ada perspektif lain yang berbeda dengan perspektif egosentris yang umum digunakan manusia. Perspektif itu saya sebut pengorbanan. Pada kisah pertama, A memberikan sesuatu yang diluar dari kemampuannya. Memang benda itu adalah harta, yang terbeli dan bisa diukur dengan nominal uang, tapi harta itu sendiri adalah hal yang paling berharga dan paling sulit dia dapatkan ia dapatkan dalam hidupnya. Pada kisah kedua, A memberikan sesuatu yang dibenci oleh C, tapi serangga yang diberikannya adalah benda yang paling berharga baginya, sesuatu yang ia dapatkan dari kombinasi jerih payah, peruntungan, dan kesabaran.

Dengan menggunakan perspektif ini, kita bisa melihat nilai sejati dari sesuatu, suatu nilai yang seringkali terlupakan. Jika anda ingin melihat nilai sejati dari suatu pemberian, lihat nilai pemberian itu dari mata mereka yang memberikan. Dalam waktu beberapa hari sampai beberapa tahun, seseorang bisa saja mempelajari kesukaan dan ketidaksukaan anda, tapi tidak semua orang dalam seumur hidupnya sempat mengerti bagaimana bahagianya berkorban untuk orang yang dicintainya.

PS:
Artikel ini sebenarnya tulisan saya di blog lain, namun saya pindahkan ke sini karena temanya lebih tepat di sini.

Senin, 28 Maret 2011

Aku Benar-Benar Butuh Candu

Aku benar-benar butuh candu
Ketika semua asa runtuh dan enggan berdiri
Ketika simpul terasa dalam debar dada
Ketika hirup-hela tidak lagi melegakan

Aku benar-benar butuh candu
Menelusupkan harap dan kekuatan
Mengurai belenggu kesendirian
Mengalirkan kesejukan tawa tulus

Aku benar-benar butuh candu
Resap ke setiap titik tubuh
Jiwa dari segenap tekad
Utama bagi seluruh artiku

Aku benar-benar butuh candu
Menghapus sesal akan kelemahan
Membakar keberanian luar biasa
Menyeret hanyut pada bahagia

Aku benar-benar butuh candu
Jawaban atas penantian
Hadiah dari kesabaran
Anugerah nyata akan setitik kepercayaan
Aku butuh kau

Rabu, 15 September 2010

Petuah Tua yang Terlupakan


Libur seharian tanpa ke mana-mana membawa saya bertemu dengan film ini. Sekilas, The Book of Eli hanyalah sebuah buku yang berisi kisah tentang seseorang yang kesepian dan bertualang di tengah dunia yang sudah hancur karena suatu bencana raksasa. Setelah ditonton, ternyata isinya tentang……. seseorang yang bertualang di tengah  dunia yang hancur. Kisahnya memang biasa, namun “emas” dalam film ini bukan kisahnya, melainkan petuah-petuah tua yang terlupakan.

Sang pemeran utama, Eli, mendapat wangsit untuk melakukan perjalanan ke barat untuk mengantar sebuah buku yang sangat langka dan berharga. Dalam perjalanannya, Eli menghadapi banyak rintangan, terutama dari Carnegie, seorang pemimpin kelompok manusia tak beradab, yang bermimpi menciptakan dunia baru dengan bermodalkan rahasia 3 titik mata air di muka bumi (air bersih di dunia yang hancur itu hampir setara dengan emas pada zaman kita) dan buku yang akan dihantar Eli tersebut. Setelah melalui pelarian panjang dari kejaran Carnegie, Eli akhirnya menyerahkan buku tersebut demi menyelamatkan seorang wanita, Solara, yang menjadi teman perjalanannya sejak dari markas Carnegie. Eli ditembak, dan Solara ditawan. Untung saja Solara berhasil melarikan diri dan kembali mencari Eli yang ditinggalkan dalam keadaan terluka. Ternyata Eli sudah tidak ada di tempat ia ditinggalkan. Akhirnya Solara menemukan Eli sedang terus berjalan ke Barat, tanpa buku tersebut. Kalau begitu apa yang harus di antar? Eli ternyata sudah menghafal isi buku tersebut. Setelah mereka sampai di barat, Eli meminta seseorang menuliskan semua yang dia lafalkan, sehingga buku tersebut bisa dicetak ulang. Lalu, apa Carnegie berhasil membangun kembali peradaban manusia dengan buku tersebut? Tidak, karena buku tersebut ternyata tercetak dengan huruf Braille. Eli bisa membacanya karena dia ternyata mata kanannya ternyata buta. Setelah buku tercetak, Eli pun mati, dan Solara berniat kembali ke timur untuk mengajarkan isi buku tersebut ke tempat tinggalnya.

Beberapa twist dalam cerita ini memang menarik, tapi ada yang lebih menarik lagi. Satu pertanyaan yang belum terjawab adalah, “Apa sebenarnya isi buku itu?” Apakah pengetahuan sihir, silat, atau rahasia peradaban modern yang punya kekuatan dashyat? Tidak ketiganya. Buku itu tidak lain adalah Alkitab, kitab suci orang kristiani.


Yang berharga dalam film ini sebenarnya adalah sentilan-sentulan tentang keimanan dan agama yang ada di dalamnya. Film ini memang kisah tentang perjalanan kitab suci umat kristiani, namun nilai yang disampaikan adalah universal. Ada 2 kalimat yang menurut saya menyentil. Pertama adalah, “It doesn’t have to make sense. It’s faith!” Dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti, “Memang tidak harus masuk akal. Ini keyakinan!” Ucapan ini terlontar ketika Eli dan Solara sedang berdebat tentang tujuan pasti dari misinya ke barat. Kalimat ini seperti sentilan untuk kaum skeptis yang memandang agama hanya sebuah alat pembodohan dan mobilisasi. Kaum ini biasanya selalu membenturkan agama dengan logika mereka yang terbatas, padahal salah satu konsep ketuhanan, bahwa Tuhan adalah sesuatu yang maha dashyat dan tidak bisa di pahami secara utuh oleh logika manusia yang terbatas, sudah membatalkan tesis mereka sampai ke akar-akarnya. Konsep Tuhan ada bukan karena logika, tapi karena iman.

Sentilan kedua yang saya dapati ketika Solara berkata, “Aku kira kamu tidak akan pernah mengorbankan buku yang sangat berharga itu demi menyelamatkanku.” Eli pun menjawab, “Aku sudah terlalu lama membaca buku itu sampai aku lupa untuk hidup dengan cara yang buku itu ajarkan.”Ini adalah sentilan bagi mereka yang percaya Tuhan, mengikuti ritualnya, dan menyebarkan ajaran Tuhannya ke orang lain, namun gagal untuk hidup sesuai ajaranNya, yaitu hidup dengan mengasihi orang lain dan membawa kedamaian di dunia.

Kitab suci memang sesuatu yang dashyat. Isinya bisa menggerakkan manusia melakukan sesuatu yang bahkan di luar akal sehat. Film ini mengingatkan kita bagaimana besarnya kekuatan keimanan tersebut, dan bagaimana pentingnya isi kitab tersebut untuk menuntun cara hidup manusia, terutama dalam saat-saat sulit. Hanya saja manusia semakin jatuh ke dalam kehebatan logika mereka, dan agama hanya sekedar menjadi potongan kebudayaan manusia yang hanya digunakan sebagai alat untuk mencapai keuntungan pribadi atau sekedar kebudayaan tua yang dilestarikan tanpa makna. Alhasil, tujuan hakiki dari turunnya ajaran tersebut pun kabur.

Sekarang saatnya duduk, refleksi, dan bertanya pada diri kita sendiri. Dari dua kelompok di atas, ada di kelompok manakah kita? Mudah-mudahan tidak keduanya.